Rangkuman Sejarah Kebudayaan Islam Kelas 4, 5



RANGKUMAN SKI
BAHAN UJIAN UAM 2016


1.      Kondisi Alam masyarakat Arab pra-Islam
Arab artinya gurun dan tanah tandus. Bangsa Arab menamakan Jazirah Arab. Sebagian besar jazirah Arab berupa padang pasir atau gurun. Tetapi juga ada pegunungan dan perbukitan batu, juga ada dataran rendah dan lembah-lembah subur. Di daerah padang pasir ada juga daerah subur, biasanya didekat sumber air yang disebut oase.
2.      Kondisi Sosial masyarakat Arab pra-Islam
Penduduk Jazirah Arab terdiri dari 3 suku bangsa yaitu suku arab kuno, suku arab asli, dan suku arab pendatang. Penduduk yang tinggal dan menetap di kota disebut suku Hadary. Mata pecahariannya adalah berdagang dan bertani. Mereka biasanya telah memiliki kecakapan berdagang dengan baik dan cara bertani yang cukup maju. Sedangkan penduduk pedesaan atau pedalaman disebut suku Badui, yang suka berpindah-pindah tempat dengan membawa binatang ternak untuk mencari sumber air dan padang rumput. Mata pencaharian mereka adalah beternak.
3.      Kondisi Ekonomi masyarakat Arab pra-Islam
Mata pencaharian utama bangsa Arab pada waktu itu adalah berdagang. Walaupun demikian, ada juga yang berkebun, beternak domba dan unta, serta menambang emas.
Secara umum, perekonomian dikuasai oleh kelompok orang-orang yang kuat. Dengan demikian, suku yang memiliki kemampuan perang yang baik akan lebih makmur dibandingkan suku yang lemah
4.      Adat Istiadat masyarakat Arab pra-Islam
Sifat-sifat /adat kebiasaan yang baik bangsa Arab :
1.    Dermawan, dan sangat menghormati tamu,
2.    Menepati janji,
3.    Memiliki tekad yang kuat,
4.    Menjaga harga diri,
5.    Teguh pendirian,
6.    Dapat dipercaya,
7.    Berjiwa pemberani,
8.    Setia kawan, suka menolong dan bekerja keras
9.    Suka berpidato dan pandai bersyair.
Adat-istiadat/sifat/kebiasaan yang buruk bangsa Arab :
1.    Menyembah berhala, dewa, malaikat, jin, roh, dan benda-benda langit (matahari, bulan, bintang)
2.    Percaya pada tahayul dan hantu.
3.    Suka minum-minuman keras dan mabuk-mabukan
4.    Hidup boros dan suka berfoya-foya
5.    Suka berjudi
6.    Membuat persembahan kepada dewa-dewa
7.    Suka berbuat riba, yaitu membungakan uang pinjaman
8.    Mengubur bayi perempuan, karena malu dan hina
9.    Suka berkelahi, bahkan sampai perang antar suku
5.      Kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam
Sebelum Islam datang, bangsa Arab menganut dua macam kepercayaan. Yang pertama adalah kepercayaan yang bersumber dari agama samawi atau tauhid. Agama samawi yang dianut bangsa Arab tersebut adalah agama Yahudi dan agama Kristen. Yang kedua adalah kepercayaan animisme dan dinamisme.
1.      Animisme : kepercayaan terhadap kekuatan roh yang mendiami benda, seperti pohon, batu, dan sungai..
2.      Dinamisme : kepercayaan bahwa segala benda memiliki kekuatan yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia.  Seperti menyembah api (majusi), berhala/patung, batu besar, pohon besar, matahari, bulan dan bintang.
3.      Polytheisme : Menyembah banyak tuhan, seperti menyembah dewa-dewa dan malaikat-malaikat. Masyarakat Arab mempercayai bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan dari Tuhan
4.      Monotheisme : Menyembah satu Tuhan, yaitu Allah, yaitu mengikuti ajaran Nabi Ibrahim a.s. Masyarakat Arab juga mengenal Agama Yahudi dan Nasrani.

6.      Mengambil Ibrah (pelajaran) dari sejarah masyarakat Arab Pra-Islam
·         Allah itu maha besar meskipun sebagian besar negeri Arab merupakan padang pasir yang tandus dan gersang dan hanya sebagian kecil terdapat lahan pertanian. Tetapi Allah memberi sumber kehidupan melalui perdagangan dan tanahnya banyak mengandung minyak bumi
·         Kebiasaan buruk bangsa Arab pra-Islam harus kita hindari. Dan kita dapat meneladani sifat dan watak yang terpuji seperti dermawan, suka menepati janji, memiliki tekad yang kuat, menjaga kehormatan diri, teguh pendirian, dan dapat dipercaya

7.      Masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad SAW
·         Walaupun masih kanak-kanak dan remaja beliau sangat rajin bekerja dan membantu mencari nafkah orang tuanya. Seperti pada waktu beliau diasuh oleh Halimah sering ikut menggembala kambing. Demikian pula ketika diasuh oleh pamannya Abu Thalib, ketika beliau usia 10 tahun sudah bekerja menggembala kambing milik penduduk Makkah. Upah yang diterima diserahkan kepada paman beliau.
·         Pada usia 12 tahun Nabi Muhammad SAW diajak pamannya berdagang ke negeri Syam (Syiria) Ketika dalam perjalanan, yaitu sampai di kota Bashrah bertemu dengan pendeta Bakhira. Dia adalah pendeta yang sangat memahami kitab taurat dan injil. Dan mengetahui ciri-ciri (tanda) kenabian Nabi Muhammad. Sehingga pendeta tersebut berpesan kepada Abu Thalib untuk menjaga Nabi Muhammad SAW.

8.      Kejadian luar biasa yang mengiringi lahirnya Nabi Muhammad SAW
·         Hancurnya pasukan gajah dari Yaman yang dipimpin oleh Raja Abrahah. Tujuannya adalah menyerbu kota Makkah dan menghancurkan Ka’bah. Namun Allah SWT menjaga dan melindungi Ka’bah dengan mengutus burung ababil yang membawa batu kerikil yang sangat panas dari sijjil (tanah yang terbakar)
·         Abdul Muthalib bermimpi melihat sinar (cahaya) sangat terang keluar dari punggungnya. Cahaya itu menyinari seluruh dunia hingga terang benderang. Hal serupa juga dialami Ibunda Nabi Muhammad SAW, juga bermimpi melihat cahaya yang keluar dari tubuhnya dana menyinari istana kerajaan Syam (Syiria).
·         Langit indah di atas kota Makkah
·         Api sembahan orang Majusi mendadak padam
·         Istana Kisra Unusyirwan rusak

9.      Kelahiran dan Silsilah Nabi Muhammad SAW
·         Muhammad dilahirkan pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Gajah yang bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Disebut tahun Gajah karena Muhammad lahir tidak lama setelah penyerangan pasukan gajah. Ayah Muhammad bernama Abdullah putra Abdul Muthalib anggota kabilah Bani Hasyim. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Muhammad lahir dalam keadaan yatim, karena ayahnya meninggal ketika Muhammad masih dalam kandungan (usia kandungan 3 bulan). Baik dari garis keturunan ayahnya maupun ibunya, Muhammad masih keturunan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim.
·         Setelah Muhammad disusui ibunya selama tiga hari, lalu Muhammad disusui oleh Halimah Sa’diyah. Dalam masa kanak-kanak Muhammad telah menunjukkan tanda-tanda kenabian. Halimah dan anaknya sering menemukan keajaiban. Diantaranya anak Halimah bernama Dimrah menyaksikan Muhammad ditangkap oleh orang-orang yang besar-besar dan berpakaian putih setelah Muhammad ditanyai Halimah Sa’diyah Muhammad bercerita telah dibelah dadanya oleh malaikat lalu disucikan hatinya dengan air Zam-Zam. Pada usia 4 tahun Halimah mengembalikan Muhammad kepada ibunya.
·         Ketika berusia 6 tahun, Muhammad diajak berziarah ke makam ayahnya di Madinah. Mereka ditemani pembantu wanita yang bernama Ummu Aiman. Dalam perjalanan pulang tepatnya di desa Abwa Aminah mendadak jatuh sakit, sampai akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di desa Abwa. Dalam usia 6 tahun Muhammad telah menjadi seorang yatim piatu. Setelah itu Muhammad diasuh kakeknya Abdul Muthalib. Dua tahun kemudian kakeknya meninggal karena sakit tua. Setelah kakeknya wafat, pada usia 8 tahun Muhammad diasuh pamanya Abu Thalib.
·         Pada usia 12 tahun Muhammad ikut pamannya berdagang ke negeri Syam. Dalam perjalanan itu Abu Thalib bertemu dengan seorang Pendeta Nasrani yang bernama Buhairah. Pendeta Buhairah memberitahukan kepada Abu Thalib bahwa pada diri Muhammad terdapat tanda-tanda kerasulan dan di masa yang akan datang akan menjadi seorang pemimpin yang adil dan bijaksana dalam memimpin umatnya.
·         Pada usia 15 tahun, Muhammad ikut berperang melawan suku Hawazin yang dikenal dengan perang Fijar, Fijar artinya melanggar kesucian. Karena suku Hawazin menyerang suku Quraisy pada bulan Zulkaidah.
·         Sejak Abdul Muthalib wafat, kota Makkah sering terjadi kekacauan, perselisihan, kekerasan, perkelahian, penganiayaan, pembunuhan serta perang antar suku. Setelah perang Fijar dibentuklah perjanjian damai yang disebut Hilf al-Fudhul, yang artinya perjanjian membela kehormatan bersama, yaitu kehormatan Kota Makkah. Perjanjian ini bertujuan mencegah terjadinya perang di tanah suci Makkah. Nabi Muhammad SAW termasuk anggotanya.
·         Dari beberapa informasi yang didengar Khadijah bahwa Muhammad merupakan sosok pemuda yang jujur, bijaksana dan dapat dipercaya, maka Khadijah meminta Muhammad membawa daganganya ke Syam. Pada waktu itu Muhammad berusia 25 tahun. Khadijah menyaksikan sendiri tentang kepribadian dan akhlak Muhammad oleh karena itu, Khadijah menginginkan Muhammad untuk menjadi pendamping hidupnya. Akhirnya khadijah menikah dengan Muhammad. Usia Khadijah 40 tahun sedangkan usia Muhammad 25 tahun.

10.   Peristiwa Kerasulan Nabi Muhammad SAW
·         Menjelang usia 40 tahun Muhammad sering bertakafur. Bertakafur adalah mengasingkan diri (uzlah) untuk merenung atau menimbang dengan sungguh-sungguh. Muhammad bertakafur untuk memikirkan jalan keluar agar kaumnya tidak lagi menyembah berhala. Tempat yang digunakan untuk bertakafur adalah Gua Hira yang jaraknya 3 mil dari Makkah. Ketika bulan Ramadhan beliau ber-uzlah sebulan penuh.Pada kamis malam jumat tanggal 17 Ramadhan ada keanehan di dalam Gua Hira, Muhammad melihat cahaya terang benderang memenuhi gua itu. Maka muncullah Malaikat Jibril dengan membawa wahyu yang pertama yaitu surat al-Alaq ayat 1-5.
·         Khadijah kemudian membawa Muhammad untuk menemui Waraqah bin Naufal. Ia seorang pemeluk Nasrani yang taat dan mempelajari Injil dalam bahasa Ibrani. Setelah mendengar cerita Khadijah, Waraqah menjelaskan kelak engkau (Muhammad) akan diangkat menjadi seorang Rasul, janganlah takut, tetapi sambutlah dengan gembira atas wahyu yang telah engkau terima. Dengan telah diterimanya wahyu Allah berarti Muhammad telah diangkat menjadi Nabi.

11.   Ibrah (pelajaran) peristiwa kerasulan Muhammad SAW
·         Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Sesuatu yang menurut pikiran tidak mungkin, bagi Allah SWT sangat mudah.
·         Peristiwa luar bisa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW itu merupakan ujian keimanan bagi manusia dalam meyakini kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.
·         Allah tetap memelihara dan menjaga orang-orang yang beriman meskipun berada pada tempat yang penuh dengan maksiat.

12.   Dakwah Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya
·         Dakwah secara sembunyi-sembunyi
Perintah dakwah kepada Nabi Muhammad SAW terdapat dalam surat Asy-Syu’ara 214 :
 وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ٢١٤
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat”.
Dengan turunnya wahyu tersebut Nabi Muhammad SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi kepada keluarga besar Bani Hasyim, Bani Muthalib dan sahabat dekatnya.
·         Mereka yang mula-mula memeluk agama Islam disebut Assabiqunal Awwalun, artinya orang-orang yang pertama-tama masuk Islam. Yang termasuk Assabiqunal Awwalun adalah sebagai berikut :
Ø  Dari golongan perempuan         : Khadijah (istri Nabi)
Ø  Dari golongan orang tua            : Abu Bakar
Ø  Dari golongan anak-anak          : Ali bin Abi Thalib
Ø  Dari golongan hamba sahaya (budak)  : Bilal bin Rabbah
Ø  Anak angkat Rasulullah             : Zaid bin Haritsah
·         Abu Bakar juga ikut mendakwahkan Islam kepada kerabat dan sahabat-sahabatnya diantanya : (1) Zubair bin Awwam; (2) Utsman bin Affan; (3) Sa’ad bin Abi Waqqash; (4) Thalhah bin Ubaidillah, dan (4) Abdurrahman bin Auf.
·         Dakwah secara sembunyi-sembunyi dilaksanakan di rumah sahabat Arqam bin Abi Arqam Dakwah ini dilakukan selama 3 tahun.
·         Dakwah Secara Terang-terangan
Nabi Muhammad mendapat perintah dakwah secara terang-terangan terdapat pada surat Al- Hijr ayat 94 :
فَٱصۡدَعۡ بِمَا تُؤۡمَرُ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٩٤
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”
·         Dengan dakwah secara terang-terangan ini banyak mendapat pengikut terutama kaum wanita, hamba sahaya (budak) dan orang-orang miskin. Dakwah ini mendapat tantangan dan gangguan dari kaum quraisy yang dipimpin Abu Lahab dan istrinya. Tetapi paman beliau Abu Thalib selalu membela.
13.   Ketabahan Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya dalam berdakwah
·         Kaum Quraisy membujuk paman nabi agar menghentikan dakwah Nabi Muhammad SAW tetapi ditolak oleh paman Nabi.
·         Kaum Quraisy menugaskan Utbah bin Rabi’ah untuk membujuk Nabi dengan menawarkan kedudukan, wanita dan harta kekayaan. Tetapi ditolak Nabi.
·         Kaum Quraisy mengajukan tawaran damai dalam beribadah. Mereka bersedia menyembah Allah dalam satu tahun. Dengan syarat tahun berikutnya orang Nabi dan pengikutnya menyembah berahala Lata, Uzza dan Manat. Tawaran ditolak oleh Nabi.
·         Kaum muslimin dan seluruh keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib diboikot oleh kaum Quraisy. seluruh bangsa arab tidak boleh berhubungan apapun dengan keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta kaum muslimin, baik jual beli, silaturrahmi dan perkawinan. Kaum muslimin diasingkan ditempat yang disebut Syi’qib Abu Thalib atau disebut lembah maut. Tempat itu dijaga ketat oleh orang-orang quraisy. sehingga kaum muslimin sangat menderita kekurangan makanan. Pemboikotan ini berlangsung 3 tahun. Nabi dan para sahabat tetap tabah.
·         Contoh ketabahan Nabi Muhammad SAW :
1.    Walid bin Mughirah ingin menukarkan Nabi Muhammad SAW dengan seorang pemuda bernama Umarah bin Walid. Tetapi ditolak oleh Abu Thalib.
2.    Ketika Nabi Muhammad SAW bersujud disamping Ka’bah, Utbah bin Muqith melemparkan kotoran unta ke punggung Nabi. Beliau tidak mengangkat kepala, sampai Fatimah yang datang membersihkannya.
3.    Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil binti Harb sering membuang kotoran, meletakkan duru-duri di depan rumah Nabi.
4.    Ketika sholat di dekat Ka’bah, Abu Jahal datang membawa batu besar untuk dijatuhkan dikepala Nabi. Tetapi Abu Jahal ketakutan karena didepannya ada unta raksasa yang akan menerjangnya.
5.    Ketika menceritakan peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi dicaci maki dan dikatakan sudah tidak waras.
6.    Ketika berdakwah di Thaif, beliau dilempari batu hingga luka-luka tetapi tidak marah dan mendoakan penduduk Thaif.

14.   Ketabahan para sahabat dalam mempertahankan Islam
1.    Bilal bin Rabbah
·         Bilal adalah budak milik Umayyah bin Khalaf. Karena diketahui masuk Islam. Dia disiksa dengan ditelentangkan di padang pasir kedua tangan dan kakinya diikat pada kayu, dada dan perutnya dihimpit dengan batu serta dicambuk. Bilal tetap tabah. Abu Bakar mengetahuinya, kemudian Bilal dibeli dan dibebaskan. Ia menjadi muadzin pertama dalam Islam.
2.    Keluarga Ammar bin Yasir
·         Ammar bin Yasir adalah mantan budak Bani Makhzum. Ia masuk Islam bersama ayahnya Yasir dan ibunya Sumayyah. Ketiganya disiksa dengan kejam, dipukul, dicambuk agar meninggalkan Islam. Namun mereka tetap tak tergoyahkan.
·         Dalam penyiksaan itu Yasir dan Sumayyah meninggal. Sumayyah menjadi wanita pertama yang gugur (syahidah pertama) dalam Islam. Sedangkan Ammar terpaksa berpura-pura meninggalkan Islam demi menyelamatkan nyawanya. Kemudian mengadu kepada Nabi sambil menangis. Lalu turunlah firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 106 :
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنۡ أُكۡرِهَ وَقَلۡبُهُۥ مُطۡمَئِنُّۢ بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَٰكِن
 مَّن شَرَحَ بِٱلۡكُفۡرِ صَدۡرٗا فَعَلَيۡهِمۡ غَضَبٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ ١٠٦
“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar”
3.    Abu Bakar
·         Ketika berdakwah selalu mendapat gangguan, dilempari kotoran dan pernah dikeroyok dan dipukuli hingga sakit parah.
4.    Utsman bin Affan
·         Karena masuk Islam oleh pamannya Hakam bin Umayyah dikurung dalam kamar gelap dan disiksa serta diancam akan dibunuh. Ustman tetap mempertahankan keimanannya.
5.    Zubair bin Awwam
·         Dipukuli hingga sakit oleh saudara-saudaranya. Ia diusir oleh ibunya dan tidak diakui sebagai anaknya.Tetapi imannya tetap teguh.


6.    Abu Fukaihah
·         Dia adalah hamba sahaya (budak) keluarga Shafwan bin Umayyah. Dia disiksa oleh majikannya seperti Bilal.
7.    Khabbab bin Al-Art
·         Dia adalah pandai besi, yang masuk Islam di awal-awal dakwah nabi. Dia diculik dan disiksa dengan tangan dan kaki diikat.
8.    Labibah
·         Dia adalah hamba sahaya dari bani Muammal bin Habib, karena masuk islam ia disiksa oleh kaum kafir termasuk Umar bin Khattab sebelum masuk Islam. Penyiksaan itu diketahui oleh Abu Bakar, labibah segera ditebus (dibeli) dan dibebaskan.
9.    Suhail bin Sinam
·         Dia adalah tahanan perang yang dijual sebagai budak kepada bangsa Quraisy kemudian dimerdekakan oleh majikannya. Karena masuk Islam ia ditangkap dan disiksa. Karena tak tahan dengan siksaan, Suhail membebaskan diri dengan menyerahkan seluruh hartanya sebgai tebusan.

15.   Ciri-ciri kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam
1.    Memperbaiki perekonomian masyarakat
·         Pada usia 20 tahun, Nabi Muhammad SAW memprakarsai suatu perjanjian damai dalam urusan perdagangan yang disebut “Hilf Al Fudhul”. Tujuannya adalah untuk membantu orang-orang lemah dan teraniaya agar tidak dirugikan dalam perdagangan, serta membantu fakir miskin dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Makkah
2.    Kasih sayang kepada sesama
·         Sayang kepada anak-anak, pembantu, mengasihi orang yang lemah, pemurah, dermawan dan pemaaf
3.    Sayang kepada hewan
·         Dalam Islam bagaimana pemotongan hewan yang tidak menyakiti hewan tersebut
4.    Menyayangi tumbuhan
·         Dalam setiap peperangan Rasulullah berpesan agar tidak merusak tumbuh-tumbuhan, binatang peliharaan dan rumah-rumah penduduk.
5.    Dalam pergaulan tidak memilih-milih teman, tapi tidak bergaul dengan orang yang akhlaqnya buruk. Beliau suka membantu orang yang lemah dan memerlukan, menghormati tamu, serta membela kebenaran. Sehingga dijuluki Al-Amin artinya jujur dan dapat dipercaya.

16.   Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif
·         Sebab-sebab Nabi Hijrah ke Thaif :
1.    Tekanan kaum Quraisy
Ø  Penghinaan dan penganiayaan terhadap kaum muslimin sudah melampau batas. Sehingga Rasulullah SAW merasa kota Makkah sudah tidak aman.
2.    Wafatnya Abu Thalib
Ø  Abu Thalib wafat pada bulan Rajab tahun ke-10 dari kenabian dalam usia 87 tahun. Nabi sangat sedih karena Abu Thalib selalu menjadi pelindung dan pembela ketika Rasulullah mendapat ancaman dan hinaan dari kaum kafir Quraisy.
Ø   
3.    Wafatnya Ummul Mukminin Khadijah
Ø  Kira-kira dua atau tiga bulan setelah Abu Thalib wafat, Khadijah meninggal pula dalam usia 65 tahun. Disamping menjadi istri Rasulullah, Khadijah ikut memperjuangkan agama Allah bahkan rela menyerahkan seluruh hartanya.
·         Ketika tiba di Thaif, Rasulullah SAW menemui para pemimpin Bani Tsaqif. Nabi menceritakan ajaran Islam dan mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT dan meninggalkan berhala. Namun mereka menolak dengan hinaan yang menyakitkan. Kemudian Rasulullah berdakwah kepada penduduk tak seorangpun menerima dakwahnya. Mereka mengusir dan mengejar sambil melempari batu hingga Rasulullah luka-luka di badan dan kakinya.

17.   Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Habsyah
·         Habsyi (Habasyah) disebut juga Abesinia adalah negeri yang terletak di Afrika Timur. Sekarang bernama Ethiopia. Rajanya bernama Negus atau Najasi. Sebagian penduduknya beragama Nasrani.
·         Sebab-sebab kaum muslimin Hijrah ke Habsyi :
1.    Nabi Muhammad SAW tidak tahan menyaksikan penderitaan para sahabat dan kaum muslimin karena kekejaman kaum kafir Quraisy.
2.    Penganiayaan, penghinaan dan penyiksaan terhadap para sahabat dan kaum muslimin semakin meningkat. Rasulullah ingin menyelamatkan kaum muslimin dan menghindari kekejaman kaum kafir Quraisy dengan cara hijrah.
3.    Raja negeri Habsyi/Habasyah terkenal sangat jujur, adil dan bijaksana, tidak suka berbuat zalim. Negeri Habsyi aman dan jauh dari jangkauan orang-orang kafir Quraisy.
·         Pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian kaum muslimin hijrah ke Habsyi. Pemberangkatan rombongan pertama terdiri dari 10 laki-laki dan 5 perempuan. Rombongan kedua berjumlah 101 orang terdiri dari 83 laki-laki dan 18 perempuan.
·         Diantara sahabat-sahabat yang ikut hijrah ke Habsyi antara lain : Utsman bin Affan bersama istrinya Ruqayah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Ja’far bin Abu Thalib, dan ‘Amr bin Sa’id. Nabi dan beberapa sahabat tetap tinggal di Makkah.
·         Kaum muslimin diterima dengan baik oleh raja Negus dan keselamatan mereka dilindungi. Sehingga kaum muslimin hidup dengan aman.
·         Rasulullah mengajarkan agar berlaku sabar atas segala sesuatu yang menimpa dirinya, dan disertai melakukan usaha. Kaum muslimin sabar dalam mempertahankan akidah, sabar dalam menghadapi kekejaman kaum Quraisy, sabar menempuh perjalanan jauh ke Habsyi. Kesabaran mereka akhirnya mendapatkan kebahagiaan berupa perlindungan dari raja Habsyi.

18.   Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
·         Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab bertepatan tahun 621 Masehi atau tahun ke-11 dari kenabian. Nabi Muhammad SAW waktu itu berusia 52 tahun. Isra’ artinya perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis Palestina ke Sidratul Muntaha, lalu ke Baitul Makmur, dan terakhir ke Arsy untuk menghadap Allah. Nabi ditemani Malaikat Jibril dengan menaiki kendaraan yang disebut Buraq.
·         Sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi mengalami kesedihan karena ditinggal oleh paman dan istri beliau yang selalu membela, melindungi dan menemani Nabi dalam berdakwah.
·         Hikmah peristwa Isra’ Mi’raj :
1.    Menambah kekuatan iman
2.    Perintah mengerjakan sholat 5 waktu
3.    Menguji keimanan para pengikut Nabi Muhammad SAW
4.    Menunjukkan kekuasaan Allah SWT

19.   Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib (Madinah)
·         Sebab-sebab Nabi Hijrah ke Madinah :
1.    Situasi kota Mekah tidak aman atau tidak kondusif, sedangkan di Madinah relatif aman
2.    Menghindari gangguan dan tekanan terhadap dakwah Nabi dari orang-orang kafir Quraisy
3.    Pendududk Yatsrib menyambut dakwah Rasulullah SAW
4.    Adanya rencana pembunuhan terhadap Rasulullah
5.    Membangun kekuatan Islam di Madinah demi menyelamatkan agama Islam
·         Pada malam tanggal 27 Safar tahun ke- 13 kenabian bertepatan dengan 12 September 622 Masehi, terjadilah pengepungan di rumah Nabi oleh orang kafir Quraisy. Nabi berhasil keluar dari rumahnya. Nabi menyuruh Ali bin Abi Thalib tidur di tempat tidur Nabi untuk mengelabuhi orang-orang kafir.
·         Rasulullah SAW ditemani Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama 3 hari untuk menghindari pengejaran orang-orang kafir Quraisy. Kemudian melanjutkan perjalanan setelah keadaan sudah aman. Sebagai penunjuk jalan adalah Abdullah bin Uraiqith.
·         Pada hari Senin tanggal 8 Rabiul Awwal atau tanggal 23 September 622 Masehi Nabi tiba di Quba’. Di sana Rasulullah membangun masjid yang terkenal dengan masjid Quba’ dan merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW.
·         Hikmah hijrah Nabi ke Madinah :
1.    Terjalinnya persatuan dan persaudaraan antara kaum Muhajirin (orang Islam yang hijrah ke Madinah) dan kaum Anshar (penduduk Madinah) serta pendududk Madinah meskipun mereka berbeda suku dan kabilah.
2.    Penduduk Madinah dapat menolong Rasulullah SAW dan kaum Muslimin Mekah serta membuktikan kecintaan kepada Allah SWT dan rasul-Nya. Sesuai janji yang mereka ucapkan dalam peristiwa Bai’at Aqabah.
3.    Menjadi tonggak baru sejarah perkembangan agama Islam.
4.    Terbinanya kehidupan sosial dan perekonomian serta keamanan penduduk Madinah.
5.    Kaum Muhajirin dapat hidup damai, aman, dan tenteram. Sehingga mereka khusyuk dalam menjalankan ibadah dan syariat Islam.
6.    Rasulullah dapat menyelamatkan kaum Muslimin Mekah dari penganiayaan dan ancaman kaum kafir Quraisy.
7.    Rasulullah dapat meletakkan dasar-dasar agama dan pemerintahan Islam. Sehingga beliau bukan saja sebagai pemimpin agama, tetapi juga pemimpin negara.
8.    Membuktikan ketaatan dan pengorbanan kaum Muslimin Mekah untuk tegaknya ajaran Islam.

20.   Membina Masyarakat Madinan
a.    Pembinaan Sosial
·         Mempersatukan antar golongan yang berbeda. Karena pendududk Madinah terdiri atas Kaum Muhajirin (penduduk asal Mekah), kaum Ansor (pendududk asli Madinah), bangsa Yahudi, bangsa Nasrani serta bangsa Arab yang belum masuk Islam. Mereka diajak saling menghormati, tolong menolong dan menjaga keamanan bersama.
·         Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Ansor. Misalanya Abu Bakar dipersaudarakan dengan Khadijah bin Zaid, Umar bin Khattab dengan Utbah bin Malik, dan Ja’far dengan Muaz bin Jabal.
b.    Pembinaan Ekonomi
·         Nabi SAW menganjurkan kepada setiap orang agar selalu berusaha dan bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dengan cara yang halal dan tidak saling merugikan.
·         Menerapkan sikap tolong menolong dalam rangka meningkatkan taraf hidup bersama.
·         Rasulullah SAW mengatur penggunaan harta kekayaan agar tidak terkumpul atau terpusat di tangan orang-orang tertentu dengan cara melarang riba, pemborosan, perjudian, pencurian dan minuman keras. Dan menganjurkan sedekah, menolong fakir miskin, dan pengaturan zakar harta dan zakat pertanian.
c.    Pembinaan Agama
1.    Mendirikan Masjid
·         Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga digunakan sebagai tempat pembinaan agama dan masyarakat Islam, tempat bermusyawarah memutuskan perkara, dan menjadi pusat pemerintahan Islam.
2.    Pembinaan pendidikan
·         Meliputi pendidikan tauhid, mengesakan Allah, pendidikan ibadah, pendidikan akhlaq, pendidikan sosial dan bela diri.
3.    Pembinaan dakwah Islam
·         Dakwah ditujukan tidak hanya kepada kaum Muslimin saja tetapi juga kepada masyarakat luas dengan cara bijaksana (baik), tidak ada paksaan, toleransi dalam beragama.
4.    Pembinaan pemerintahan dan keamanan
·         Mengadakan perjanjian dengan kaum/golongan Yahudi yang terdiri dari Bani Qainuqa, Bani Nadhir, Bani Quraizhah dan Yahudi Khaibar. Rasulullah bersikap waspada karena kaum Yahudi tidak dapat dipercaya. Isi perjanjian itu dikenal sebagai Perjanjian Madinah atau disebut Piagam Madinah. Isi perjanjian Madinah :
1.    Penduduk Madinah bebas mengeluarkan pendapat
2.    Setiap golongan atau penganut kepercayaan selain Islam diberikan kebebasan dalam melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya secara aman dan terjamin
3.    Semua pihak turut mempertahankan Madinah apabila sewaktu-waktu diserang oleh pihak musuh, baik dari dalam maupun luar.
4.    Perselisihan yang timbul diantara golongan akan diselesaikan dengan keputusan Nabi Muhammad SAW.
Perjanjian ini tidak bertahan lama karena golongan Yahudi menghianatinya. Disamping itu kaum muslimin yang imannya lemah terbawa golongan orang-orang munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay.

21.   Keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat Madinah
·         Melihat perkembangan agama Islam di Madinah semakin meningkat, kaum kafir Quraisy semakin benci dan mengumpulkan kekuatan untuk mempersiapkan peperangan. Mereka mengirimkan surat ancaman akan menyerang kaum muslimin.
·         Menghadapi ancaman tersebut, Rasulullah SAW menyiapkan pasukan yang terdiri atas kaum Anshor dan Muhajirin. Dalam sejarah tercatat Rasulullah ikut dalam 27 peperangan dan langsung terjun dalam 9 kali pertempuran. Peperangan yang dipimpin secara langsung oleh Nabi sendiri disebut Gazwah. Sedangkan peperangan yang pimpin oleh para sahabat disebut Sarriyah.
·         Islam menghendaki perdamaian, tidak menghendaki kekerasan apalagi peperangan. Peperangan dalam Islam semata-mata atas izin Allah SWT dan sifatnya mempertahankan diri.
A.   Perang Badar
·         Perang badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah/623 Masehi dilembah Badar yang terletak antara kota Mekah dan Madinah. Perang ini adalah perang pertama dalam sejarah Islam.
·         Sebab-sebab perang Badar adalah kebencian kaum kafir Quraisy terhadap kaum muslimin, gangguan dan perlakuan kaum kafir Quraisy terhadap kaum muslimin Mekah, dan kaum muslimin dihalang-halangi ketika akan melakukan ibadah ke Mekah
·         Panglima perang kaum muslimin adalah Rasulullah SAW., sedangkan kaum kafir Quraisy dipimpin oleh Abu Jahal. Dalam peperangan ini kekuatannya tidak seimbang. Pasukan Islam berjumlah 313, pasukan kafir Quraisy berjumlah 1.000 orang.
·         Kaum muslimin menyebut peperangan ini dengan sebutan ghazwatul-furqa artinya peperangan yang sangat menentukan antara yang hak dengan yang batil. Hari itu disebut yaumul furqan artinya hari yang menentukan antara yang hak dengan yang batil atau disebut juga yaumal taqal jam’an artinya hari bertemunya dua pasukan Islam dengan pasukan kafir.
·         Kemenangan dipihak kaum muslimin. Dari pihak kafir Quraisy terbunuh 70 orang termasuk Abu Jahal. Sedangkan di pihak muslimin yang gugur sebagai syuhada sebanyak 14 orang termasuk sahabat Ubaidah bin Harits.
·         Faktor yang menyebabkan kemenangan kaum muslimin meskipun jumlahnya sedikit karena mereka berperang dengan ikhlas sehingga Allah SWT menolongnya.
·         Hikmah kemenangan umat Islam dalam perang Badar yaitu :
1.    Keimanan kaum muslimin semakin mantap
2.    Mengharumkan nama agama Islam dan kaum Muslimin
3.    Meningkatkan jumlah orang yang memeluk Islam secara suka rela.

B.   Perang Uhud
·         Pada bulan Sya’ban tahun ke-3 Hijriyah (624 Masehi) pasukan kafir Quraisy menyiapkan 3.000 pasukan untuk menyerang umat Islam. Rasulullah menyiapkan 1.000 orang pasukan. Tetapi dalam perjalanan menuju bukit Uhud 300 pasukan dihasut oleh seorang munafik yang bernama Abdullah bin Ubay, sehingga tidak ikut berperang.
·         Sebab-sebab perang Uhud :
1.    Kaum kafir Quraisy ingin membalas kekalahannya dalam perang Badar.
2.    Kaum kafir Quraisy tidak rela agama Islam berkembang pesat dan jumlah umat Islam terus bertambah.
·         Pasukan Quraisy dipimpin oleh Abu Sufyan bin Umayyah. Komandan pasukan berkuda Khalid bin Walid dan Ikrimah bin Abu Jahal. Kaum Muslimin dipimpin oleh Rasulullah SAW.
·         Semula pasukan kafir Quraisy kocar-kacir dan hampir kalah. Ketika mengira bahwa pasukan kafir Quraiys telah kalah, sehingga pasukan yang ditugaskan oleh Rasulullah di puncak bukit Uhud lalai dan meninggalkan posnya menuju ke bawah bukit. Mengetahui ini pasukan Khalid bin Walid menuerang balik pasukan Islam. Akhir kaum muslimin tidak siap melakukan perlawanan dan mundur. Nabi pun mengalami luka-luka.
·         Dalam perang Uhud ini gugur sebagai syuhada (syahid) berjumlah 70 orang termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Mutalib yang dibunuh oleh Wahsy. Dari pihak kafir Quraisy yang mati 64 orang.
·         Kekalahan kaum Muslimin dalam perang Uhud disebabkan tidak menaati perintah Rasulullah, tamak terhadap harta rampasan perang dan tidak ikhlas dalam berperang.
C.   Perang Khandaq (Ahzab)
·         Perang khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriyah (626 Masehi). Disebut perang khandaq karena umat Islam mempertahankan pasukannya dengan membuat parit-parit. Perang ini juga disebut perang Ahzab karena kedatangan pasukan kafir Quraisy berkelompok-kelompok, seperti Bani Gatfan, Bani Salim, Bani As’ad, Bani Murrah, Bani Asya’ dan Bani Quraizah dari bangsa Yahudi di Madinah.
·         Sebab-sebab perang Khandaq adalah kafir Quraisy ingin menghancurkan umat Islam dan menyempurnakan kemenangannya itu setelah berhasil menang dalam perang Uhud.
·         Pasukan kafir Quraisy dipimpin oleh Abu Sufyan bin Umayyah dengan pasukan 30.000. dan ini pertama kali dalam sejarah Arab 30.000 orang akan menyerbu Kota Madinah.
·         Dalam pertempuran ini kaum Muslimin mempertahankan diri dengan cara membuat parit di sebelah utara kota Madinah. Strategi pembuatan parit atas usul Salman al Farisi, pahlawan muslim dari Persia.

Komentar

Posting Komentar